Jual Koin Perak Dirham
JAKARTA. Dinar (koin emas) dan dirham (koin perak) dapat menjadi pilihan investasi yang menarik. Seperti halnya emas batangan, dinar dan dirham dapat menjadi instrumen proteksi.
Sekadar catatan, satu keping dinar mempunyai unsur emas 22 karat (91,7%) dengan berat 4,25 gram. Sementara satu keping dirham terdiri atas perak murni seberat 2,97 gram.
BACA JUGA
Dinar dan Dirham akan bercahaya terang tahun ini
Bank Dinar targetkan kredit capai Rp 900 miliar
Bank Dinar targetkan laba bersih capai Rp 10 M
Bank Dinar, ingin bercahaya di kredit ritel
Keunggulan dinar ialah harga lebih murah dikomparasikan emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Mengutip website www.geraidinar.com, Senin (30/3), harga satu keping dinar selama Rp 1.975.530. Sedangkan buyback dinar Rp 1.896.509.
Sedangkan harga dirham lebih mahal dari harga perak Antam. Sekeping dirham berharga Rp 63.336 dengan harga buyback Rp 60.803.
Sebagai pembanding, harga emas batangan Antam selama Rp 548.000 per gram dengan harga buyback Rp 488.000 per gram. Lalu harga perak Antam Rp 11.200 per gram, dengan harga buyback Rp 6.000 per gram.
Di pasar spot, harga emas kemarin sedang di level US$ 1.187,90 per ons troi, turun 1,07% dikomparasikan Jumat (27/3). Sedangkan harga perak senilai US$ 16,77, turun 1,75% dibanding akhir pekan lalu.
Endy Kurniawan, praktisi dinar dan dirham, menjelaskan, pergerakan harga dua jenis koin ini mengekor harga internasional emas dan perak. “Pergerakannya real time,” ujar Endy untuk KONTAN, Senin (30/3).
Pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Janet Yellen pun turut berimbas pada pergerakan harga dinar dan dirham. Faktor lain ialah harga minyak dunia dan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Endy bilang, perbedaan harga spot dengan harga dinar diprovokasi nilai tukar. Maklum, harga emas di spot berdenominasi dollar AS, sedangkan dinar butuh dikonversi ke rupiah. Di luar itu, naik dan turunnya harga tidak jarang kali beriringan.
Risiko tetap ada
Bagi investor yang hendak melakukan penganekaragaman portofolio, menurut keterangan dari Endy, bisa masuk ke instrumen dinar maupun dirham kapan saja. Tapi usahakan menggunakan duit yang tidak terpakai, paling tidak untuk satu tahun.
Endy optimistis, tren harga logam mulia masih bakal naik didukung oleh kondisi geopolitik di Timur Tengah. Risiko tetap ada, yaitu risiko desakan pasar dari kepandaian Bank Sentral AS.
Namun Muhaimin Iqbal, Praktisi Dinar dan Dirham, memandang, dinar ingin sebagai instrumen proteksi nilai, bukan sebagai instrumen investasi. “Dengan situasi seperti ini, bermukim ukur saja, lebih percaya emas atau duit kertas,” kata Muhaimin.
Untuk dirham, ia tidak cukup merekomendasikan, mengingat ongkos cetaknya besar. “Harga cetak dirham dapat mewakili setengah dari harga,” kata Muhaimin.
Endy memprediksi, harga dinar akhir tahun ini berkesempatan naik mengarah ke level Rp 2 juta. Sementara emas batangan Antam diduga turun mengarah ke Rp 540.000 per gram. Proyeksi harga itu dengan asumsi nilai tukar rupiah melemah sampai ke level Rp 13.500 per dollar AS.

0 Komentar